Apa itu stop loss hunter

Apa itu stop loss hunter

Dalam meminimalisasi resiko terdapat beberapa cara yang dapat diaplikasikan. Berikut adalah cara-cara tersebut.

1. Cut Loss
Pasar keuangan dipengaruhi oleh berbagai aspek kehidupan. Sehingga ada kalanya harga bergerak tidak sesuai perkiraan. Salah satunya adalah breaking news. Kondisi breaking news sering kali tidak dapat diperkirakan. Oleh sebab itu, apabila akibat breaking news mengakibatkan harga bergerak berbalik arah, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan cut loss atau menghentikan transaksi dengan posisi rugi sebelum kerugian yang terjadi lebih besar dan menghabiskan seluruh dana Anda.

Sebagai contoh, jika Anda sedang membuka posisi GBPUSD buy pada harga 1.8000. Membuka posisi buy berarti mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga Anda memperoleh keuntungan.

Namun pada saat terjadi breaking news ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang Anda harapkan. Harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Daripada mengalami kerugian lebih lanjut yang tentunya lebih besar, maka lebih baik posisi ditutup meskipun harus menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

2. Switching
Aksi switching adalah mengganti atau beralih posisi. Aksi switching biasanya dilakukan setelah cut loss.

Seorang traders yang telah mengetahui harga berbalik arah dan diperkirakan masih berlanjut, setelah melakukan cut loss selanjutnya dapat melakukan aksi beralih atau switching. Sebagai contoh, Anda sedang membuka posisi GBPUSD buy pada harga 1.8000. Namun pada saat terjadi breaking news ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang Anda harapkan. Harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Anda menutup posisi dengan kerugian 20 point kemudian melakukan aksi sebaliknya, sell.

3. Averaging
Aksi ini merupakan kebalikan dari aksi swithcing dan cut loss.

Pada keadaan tertentu, pasar mungkin bergerak berbalik arah dari posisi trading terbuka yang Anda miliki saat ini. Averaging berarti anda melakukan aksi yang sama untuk melindungi posisi terbuka sebelumnya. Sehingga terjadi aksi yang sama dan berlapis. Perhatikan gambar berikut ini !

Selain membuka posisi berlapis, Anda juga bisa menambahkan volume transaksi.

4. Locking
Locking adalah melakukan 2 (dua) aksi trading yang berlawanan pada sebuah instrumen yang sama, buy dan sell.

Aksi ini dapat dilakukan untuk melindungi posisi terbuka sebelumnya, jika harga bergerak ke arah sebaliknya. Perhatikan gambar berikut ini !

5. Stop Loss dan Take Profit
Memasang posisi otomatis merupakan pilihan terbaik, khususnya bagi traders dan investor yang kegiatannya tidak hanya trading. Memasang posisi berhenti otomatis memungkinkan Anda dapat melakukan kegiatan lainnya tanpa harus terpaku memantau pergerakan harga setiap menit.

Posisi stop loss adalah posisi otomatis berhenti dimana, apabila harga bergerak ke arah yang tidak diharapkan, maka apabila harga menyentuh stop loss tersebut, posisi terbuka akan dilikuidasi secara otomatis dengan memangkas kerugian.

Take profit adalah posisi berhenti otomatis sebaliknya. Artinya, jika harga bergerak ke arah yang Anda harapkan, maka ketika harga menyentuh posisi tersebut, posisi akan dilikuidasi secara otomatis dengan menambahkan keuntungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *