Bareskrim Periksa 8 Korban Dugaan Penipuan Binomo, Kerugian Capai Rp3,8 Miliar

Bareskrim Periksa 8 Korban Dugaan Penipuan Binomo, Kerugian Capai Rp3,8 Miliar

Bareskrim Periksa 8 Korban Dugaan Penipuan Binomo, Kerugian Capai Rp3,8 Miliar

Gedung Bareskrim Polri. ©2021 Google maps

Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah memeriksa sebanyak delapan saksi terkait kasus dugaan penipuan berkedok trading binary option menggunakan aplikasi Binomo. Dalam kasus ini, korban mengaku mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

"Sampai dengan saat ini korban yang sudah datang dan masih dilakukan pendalaman interview ada 8 orang," kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya, Kamis (10/2).

"Di mana total dari keseluruhan kerugian jika digabungkan sampai dengan saat ini sekitar kurang lebih Rp3,8 miliar," sebut Whisnu.

Diiming-imingi Keuntungan 85 Persen

Ia menjelaskan, dugaan penipuan itu berawal terjadi pada April 2020. Saat itu, para korban dijanjikan diberi keuntungan mencapai 85 persen.

"Terlapor (IK) dkk yaitu pada sekitar April 2020 dari aplikasi atau Website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80 persen-85 persen dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban," jelas Whisnu.

Lalu, untuk modus yang dilakukan terlapor atau IK pun beragam. Mulai melakukan promosi melalui akun media sosial seperti Youtube, Instagram dan Telegram.

"Dengan menawarkan keuntungan melalui aplikasi trading Binomo (Binary Option) bahwa Binomo sudah legal dan resmi di Indonesia," ungkapnya.

"Bukti dalam Yuotube terlapor dan juga terlapor mengajarkan strategi trading, dalam aplikasi tersebut dan terus memamerkan hasil profitnya. Lalu kemudian korban ikut bergabung dari yang profit hingga akhirnya selalu loss," sambungnya.

Dalam kasus ini, pasal yang disangkakan yaitu Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) dan atau Pasal 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

Korban Depresi hingga Ingin Bunuh Diri

Sebelumnya, para pelaku binary option melaporkan aplikasi Binomo berikut afiliatornya ke Bareskrim Polri. Hal itu buntut kerugian besar yang mereka derita.

Kuasa hukum korban, Finsensius Mendorfa menyampaikan, kliennya berharap uang mereka dapat kembali dan memberikan efek jera bagi afiliatornya. Sejauh ini, delapan dari ratusan korban yang ikut dalam pelaporan tersebut mengalami kerugian hingga Rp2,46 miliar.

"Jadi mereka (korban) mengharapkan, satu ada efek jera bagi pelaku-pelaku, dan juga uangnya dikembalikan," tutur Finsensius di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/2).

Finsensius mengatakan, ada salah seorang public figure yang turut dilaporkan dalam aduan tersebut, lantaran masuk di daftar afiliator aktivitas binary option. Laporan itu diterima penyidik dengan nomor STTL/29/II/2022/BARESKRIM.

Dia memaparkan, ada sejumlah korban yang melakukan upaya bunuh diri akibat stres atas kerugian yang diderita. Sebagian mengalami depresi dan masuk dalam program rehabilitasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *