Cara Menentukan Support dan Resistance Saham Yang Tepat

Cara Menentukan Support dan Resistance Saham Yang Tepat

Cara Menentukan Support dan Resistance Saham

Harga saham bisa naik maupun turun secara tajam. Oleh sebab itu sebagai calon investor handal, Anda harus tahu kapan harus beli atau kapan harus menjual instrumen ini agar bisa untung.

Untuk menjadi trader yang handal, salah satu analisis teknik yang penting untuk dikuasai dalam menentukan kapan harus beli jual adalah menentukan titik support dan titik resistance sebuah saham. Apa itu titik support dan apa itu titik resistance dan bagaimana cara menentukan keduanya? Simak artikel ini hingga akhir.

Apa Itu Support Pada Saham?

Support adalah titik terendah harga saham dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, fluktuasi harga saham A pada tanggal 21 November 2022 adalah sebagai berikut:

Garis support yang terus naik

Pada gambar tersebut contohnya. Garis titik-titik tersebut adalah garis trend yang menyambungkan harga terendah sebuah saham selama beberapa tahun. Lihat meskipun terus mencapai titik tertinggi (resistance) terbaru, harga saham tersebut akan tetap memantul menuju level support yang baru juga. Hal ini disebabkan oleh tindakan trader yang memperjualbelikan saham dalam waktu pendek.

Meskipun sederhana, garis ini dapat memberitahu Anda tentang beberapa hal seperti, rentang harga terendah dan tertinggi sebuah saham dari waktu ke waktu dan peringatan sebab, umumnya penurunan dan kenaikan harga instrumen tersebut tidak akan jauh-jauh dari trend pergerakan harga ini.

2. Moving Averages

Moving averages adalah garis yang menghubungkan harga rata-rata sebuah saham dalam periode tertentu. Garis ini bisa membantu Anda untuk menentukan titik support dan resistance serta menentukan waktu kapan harus jual dan kapan harus beli.

Mari kita lihat contoh pada 50 day moving average yang tertera di gambar 2 di atas. Disitu jelas terlihat bahwasanya garis moving average dapat menyinggung atau memotong level support.

Garis tersebut juga bisa menjadi sinyal bahwa suatu trend akan membalik. Hal ini terjadi jika kemiringan garis moving average jadi lebih landai sehingga pada suatu level tertentu terlihat seperti telah mencapai titik resistance. Namun demikian, garis ini hanya akan berfungsi dengan baik jika harga saham sedang bergerak ke arah trend tertentu.

3. Fibonacci Retracement

Indikator teknis lainnya yang sering digunakan dalam menentukan level support dan resistance dalam saham adalah fibonacci retracement. Fibonacci retracement adalah instrumen teknikal yang membagi kemiringan antara harga tertinggi dan harga terendah suatu instrumen dengan bilangan-bilangan fibonacci.

Indikator ini sering digunakan oleh trader karena dengan menggunakan indikator ini, para trader bisa mengidentifikasi potensi penurunan dan peningkatan harga secara lebih tepat dan akurat sebab mekanisme ini meminimalisir potensi adanya sinyal palsu yang timbul akibat transaksi trading dari trader lain.

Aspek lain yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih level support dan resistance adalah kecenderungan perubahan harga saham ke level harga dengan angka bulat seperti, 100, 120 dan lain-lain.

Hal ini karena mayoritas pemain dalam pasar modal adalah investor ritel yang notabene enggan untuk menjual atau membeli instrumen dengan fraksi harga terendah seperti 101, 102, 122 dan lain sebagainya. Akibatnya, harga sebuah instrumen termasuk saham akan lebih sulit menembus level harga tersebut.

Kesimpulan

Support dan resistance adalah titik terendah dan tertinggi harga sebuah saham pada periode waktu tertentu. Kedua titik ini berguna untuk menentukan kapan investor dan trader harus membeli atau menjual instrumen tersebut. Setidaknya, ada tiga cara untuk menentukan kedua level ini yaitu, menggunakan garis trend, moving average dan fibonacci retracement.

Nah, itu tadi pembahasan mengenai cara menentukan support dan resistance dalam saham. Jika Anda merasa bahwa cara menentukan kedua level ini cukup sulit, Anda kini tidak perlu khawatir. Sebab, indikator-indikator di atas umumnya sudah tersedia di aplikasi saham.

Anda hanya perlu belajar cara menggunakan aplikasi tersebut dan sedikit memahaminya supaya Anda bisa membaca hasil indikator terkait dengan baik dan benar.

Walaupun judulnya adalah cara menentukan support dan resistance dalam saham, sebenarnya cara-cara di atas juga dapat Anda gunakan untuk instrumen lainnya seperti, forex, cryptocurrency, komoditas dan lain-lain. Selamat mencoba.

Artikel Terkait

Kendati terlihat cukup volatil di bursa, namun sejumlah emiten tetap berkomitmen menyelesaikan pembagian dividen kepada…

Topik investasi sedang naik daun beberapa waktu belakangan, apalagi dengan munculnya banyak aplikasi main saham.…

Salah satu strategi dalam berinvestasi di pasar modal adalah dengan membeli saham yang menawarkan dividen…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *