Inilah Teknik Risk Management Trading Saham Sederhana Untuk Menekan Kerugian

Inilah Teknik Risk Management Trading Saham Sederhana Untuk Menekan Kerugian

Risk management trading diperlukan trader untuk menghindari kemungkinan kehilangan modal akibat transaksi saham yang gagal terus-menerus. Tujuan utamanya adalah menyeimbangkan rasio imbal hasil yang lebih besar dibandingkan kerugian.

Risk management penting karena hal ini: setiap transaksi tidak selalu berakhir baik dan ada saatnya trader harus menjual kerugian.

Trader yang mengabaikan manajemen risikonya mungkin sekali kehilangan semua imbal hasil yang telah dikumpulkannya dalam satu atau dua transaksi saja. Lagi pula, jarak antar transaksi trader cukup berdekatan dan rentan menyulut emosi.

Supaya yang terburuk bisa terhindarkan, ada beberapa teknik sederhana untuk manajemen risiko trading sahammu. Selengkapnya di bawah ini.

Tidak Melibatkan Emosi Dalam Trading

Meski terdengar sederhana, melakukan trading dengan kepala dingin nyatanya begitu sulit diterapkan. Jika aktivitas trading tidak diimbangi mental yang kuat, cepat atau lambat Smart People akan kehilangan seluruh modalmu.

Strategi dan risk management trading akan berjalan baik jika diiringi dengan emosi yang stabil. Sebab begitu strategi mengharuskan untuk keluar saat rugi, trader harus menjauhkan harapan semu untuk melihat sahamnya naik kembali. Hal yang sama juga berlaku saat strategi memberi sinyal untuk keluar saat saham naik melewati target yang telah Smart People tentukan.

Aturan Beli Satu Persen

Aturan ini mewajibkan trader untuk tidak memakai lebih dari 1% total modal atau uang di rekening trading -nya ke dalam satu transaksi saham. Trader lainnya berpatokan pada angka 2%, tetapi tidak ada yang melebih angka tersebut.

Jadi, andaikan total modal trading milikmu Rp10 juta, Smart People hanya boleh membeli satu saham dengan harga maksimal Rp100 ribu.

Persentase ini juga dapat digunakan trader untuk mengukur total kerugian maksimal dalam setiap transaksinya.

Pasang Order Stop-Loss dan Take-Profit

Kedua order ini sangat disarankan sebagai alat management risk trading Smart People. Hal ini khususnya penting untuk menghindari keinginan menahan saham lebih lama saat keadaan atau strategimu menyebutkan sebaliknya.

Stop-loss sendiri adalah order atau perintah jual rugi yang langsung aktif begitu harga saham turun di titik yang telah ditentukan.

Di sisi lain, take-profit adalah order atau perintah jual imbal hasil yang segera aktif saat harga saham naik ke titik yang sudah ditentukan.

Dalam menentukan di harga mana sebaiknya trader menjual sahamnya, gunakanlah titik support (harga terendah) dan resistance (harga tertinggi) sebagai acuan. Smart People dapat memasang stop-loss pada harga dibawah support dan take-profit mendekati titik resistance.

Jangan Beli Saat Harga Turun, Belilah Saat Harga Naik

Dengan waktu trading yang terbatas, peluang imbal hasil dari membeli saham yang sedang jatuh sangatlah kecil. Maksud membeli dengan harga murah atau teknik averaging down ini justru akan meningkatkan kerugianmu.

Kalaupun harganya kembali pulih, butuh waktu lama agar saham itu melewati harga belimu dan memberikan imbal hasil.

Sebaliknya, belilah saham yang sedang naik dengan syarat analisamu menyarankan demikian dan kenaikannya belum menyentuh titik resistance .

Perhitungkan Rasio Risk-Reward

Semua trader tentunya menargetkan saham dengan reward yang lebih tinggi daripada risikonya. Karenanya, rasio risk-reward digunakan untuk memperhitungkan apakah peluang imbal hasil suatu transaksi lebih besar daripada kerugian atau justru sebaliknya.

Masing-masing trader memiliki rasio yang berbeda berdasarkan pengalaman mereka. Ada yang menggunakan rasio 1:2, 1:3, dan ada pula yang rasio reward -nya lebih dari itu.

Perbandingan kerugian dan imbal hasil juga dapat dihitung dengan cara berikut. Kerugian diwakili oleh stop-loss dan reward dari target imbal hasil .

(Harga beli – titik stop-loss ) / (target imbal hasil – harga beli)

Sebagai contoh, Smart People membeli saham seharga Rp100.000 dan memasang stop-loss di harga Rp90.000 serta target di harga Rp120.000. Maka hasilnya:

(Rp100.000 – Rp90.000) / (Rp120.000 – Rp100.000) = Rp10.000 / Rp20.000 = 0,5

Hasil penghitungan yang semakin di bawah 1,0 menunjukkan peluang imbal hasil lebih baik. Sedangkan, hasil di atas 1,0 menandakan imbal hasil lebih kecil daripada risikonya. Kebanyakan trader harian mematok rasionya dari angka 1,0 hingga 0,25.

Menurunkan Jumlah Transaksi Saat Trading Terus Gagal

Ketika trading sahammu mengalami kerugian berturut-berturut, ada baiknya Smart People mengurangi jumlah transaksi guna menghindari kerugian lebih jauh.

Selagi menunggu agar tempomu kembali seimbang dengan kondisi bursa, lakukanlah pengamatan terhadap transaksi yang gagal. Dengan begitu, Smart People bisa beradaptasi di transaksi selanjutnya dan menutupi kerugian itu dengan imbal hasil lebih tinggi.

Diversifikasi Transaksimu

Diversifikasi juga penting dalam trading saham. Dengan strategi ini, Smart People dapat menjauhkan diri dari kerugian besar akibat menanamkan semua modalmu di satu saham saja. Selain itu, diversifikasi juga dimaksudkan untuk meraih potensi imbal hasil lebih pada saham yang berbeda-beda.

Pemilihan saham-saham dalam diversifikasi haruslah berasal dari tipe yang beragam. Sebaiknya incar beberapa saham dari sektor industri dan kapitalisasi yang bervariasi.

Itulah teknik risk management trading yang berguna dalam menekan kerugianmu. Aplikasikan ini dengan strategi yang sesuai dengan gaya trading- mu sehingga imbal hasil yang Smart People terima juga akan lebih besar.

Yuk, belajar trading saham di blog RHB Tradesmart . Jadi bagian dari Smart People lainnya juga dengan menggunakan aplikasi RHBTRADESMARTID. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur untuk memudahkan proses trading saham di mana saja dan kapan saja. Unduh aplikasinya sekarang di Play Store dan App Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *